Pembangkit PLTS 100 MW memiliki lebih dari 250.000 modul. Seiring kapasitas terpasang melonjak, tekanan O&M tumbuh secara eksponensial dan menghadapi tiga tantangan inti:
Pelokalan gangguan seperti mencari jarum dalam jerami: inspeksi pejalan kaki manual sangat lama, tingkat terlewat hingga 10% hingga 15%. Ambil contoh pembangkit 1 juta kilowatt di Gurun Kubuqi: 2 tim berisi 4 orang hanya mampu menginspeksi 1.000 modul per hari, inspeksi menyeluruh butuh 180 hari.
Biaya tenaga kerja tetap tinggi: biaya tenaga kerja tahunan satu pembangkit RMB 800.000 hingga 1,5 juta; pembangkit ratusan megawatt sering hanya dikelola segelintir petugas O&M yang tenaganya terpecah dan kelelahan.
Cacat tersembunyi dan pulau data: hotspot, retak tersembunyi, dan jejak siput tidak terlihat mata; SCADA, pemantauan, dan sistem O&M masing-masing berjalan sendiri, analisis data mendalam kurang.
Respons gangguan sangat lambat: dari temuan hingga pelokalan sering butuh lebih dari 72 jam; pembersihan modul juga kekurangan dukungan data yang cermat, dan periode pembatasan daya tidak dapat dioptimalkan secara presisi.