Panjang total saluran transmisi 220 kV ke atas di seluruh negeri melebihi 1 juta km, dan panjang operasi rel mencapai 165.000 km. Tekanan inspeksi keselamatan “arteri negara” sangat besar, namun pola tradisional memiliki hambatan yang jelas.
Medan pegunungan sulit dijangkau: saluran transmisi tegangan tinggi dibangun di antara pegunungan terjal, rel menembus medan rumit yang penuh jembatan dan terowongan. Patroli manual tradisional hanya 5 hingga 8 km per orang per hari; menempuh 100 km sekali jalan butuh 10 hingga 20 hari, dan pada cuaca buruk tugas terpaksa dihentikan.
Risiko keselamatan kerja di ketinggian tinggi: petugas inspeksi harus memanjat menara puluhan meter untuk memeriksa isolator, fitting, dan konduktor; risiko jatuh dan tersengat listrik selalu mengintai. Area seperti lereng mulut terowongan rel dan penurunan pilar jembatan sulit dijangkau dengan aman.
Tingkat temuan cacat rendah: inspeksi manual terutama mengandalkan pengamatan mata, tingkat temuan cacat hanya 70% hingga 80%. Potensi bahaya dini seperti isolator rusak, pin berkarat, untai konduktor putus, dan kemiringan menara sangat tersembunyi; ketika ditemukan, kerusakan sering sudah irreversibel.
Solusi industri terkait
Solusi Inspeksi Kelistrikan
Solusi pemantauan cerdas saluran transmisi